Banyak contoh dikemukakan mengenai bagaimana sebaiknya kita menggunakan benda-benda yang disediakan oleh Tuhan untuk kita. Hal ini juga dijelaskan dalam Bhagavad Gita. Pada permulaan, Arjuna mengambil keputusan tidak bertempur dalam perang Kuruksetra. Itu keputusan Arjuna sendiri. Arjuna memberitahukan kepada Krishna bahwa tidak mungkin dia menikmati kerajaan setelah membunuh sanak keluarganya sendiri. Keputusan ini berdasarkan badan karena Arjuna berpikir bahwa badan adalah dirinya dan bahwa sanak keluarga atau perwujudan dari badannya adalah saudara- saudara, saudara misan, ipar, kakek dan lain sebagainya. Karena itu, Arjuna ingin memuaskan permintaan badan jasmaninya. Bhagavad Gita disabdakan oleh Tuhan untuk mengubah pandangan ini sehingga akhirnya Arjuna mengambil keputusan bertempur di bawah perintah Beliau dengan berkata, karisye vacanam tava. "Hamba akan bertindak sesuai dengan sabda Anda."
KEHIDUPAN MANUSIA TIDAK DIMAKSUDKAN UNTUK BERTENGKAR SEPERTI ANJING & KUCING....
KITAB SUCI DIMAKSUDKAN UNTUK MANUSIA,,,BUKAN UNTUK BINATANG...
Di dunia ini manusia tidak dimaksudkan untuk bertengkar seperti anjing dan kucing. Manusia harus cerdas untuk menginsafi makna kehidupan manusia dan menolak bertindak seperti kebiasaan binatang. Hendaknya manusia menginsafi tujuan hidupnya, dan petunjuk ini diberikan dalam semua Kitab Veda, dan hakekatnya diberikan dalam Bhagavad Gita. Kesusasteraan Veda dimaksudkan untuk manusia, bukan untuk binatang. Binatang boleh membunuh binatang yang lain, dan tiada soal dosa baginya, tetapi kalau seseorang manusia membunuh hewan untuk memuaskan nafsu lidahnya yang tak terkendalikan, maka dia harus bertanggung jawab karena melanggar hukum- hukum alam. Dalam Bhagavad Gita diuraikan dengan jelas bahwa ada tiga jenis kegiatan menurut sifat-sifat alam yaitu; kegiatan kebaikan (sattvam) kegiatan nafsu (rajas) dan kegiatan kebodohan (tamas). Begitu juga, ada tiga jenis makanan; makanan dalam kebaikan, nafsu dan kebodohan. Segala hal tersebut diuraikan dengan jelas, dan kalau kita menggunakan ajaran Bhagavad Gita sebagaimana mestinya, maka seluruh hidup kita akan disucikan dan akhirnya kita dapat mencapai tujuan di luar angkasa dunia ini (yad gatva na nivartante tad dhama paramam mama).