Pengetahuan Veda tidak disampaikan oleh makhluk-makhluk hidup yang kurang sempurna seperti itu. PengetahuanVeda diwahyukan kepada Brahma, makhluk hidup pertama yang diciptakan dan kemudian Brahma menyebarkan pengetahuan ini kepada anak-anak dan murid-muridnya, sesuai dengan apa yang telah diterimanya dari Tuhan Yang Maha Esa Sri Krishna pada permulaan. Tuhan Yang Maha Esa adalah purnam, Mahasempurna, dan tidak mungkin Beliau dipengaruhi oleh hukum-hukum alam. Karena itu, hendaknya orang cukup cerdas untuk mengetahui bahwa satu-satunya Tuhan Yang Maha Esa Sendiri yang memiliki segala sesuatu di alam semesta dan bahwa Beliau adalah pencipta pertama, yang menciptakan Brahma. Dalam bab sebelas Bhagavad Gita, Tuhan Yang Maha Esa Sri Krishna disebut prapitamaha. Ini karena Brahma disebut pitamaha, yang berarti kakek, sedangkan Krishna adalah pencipta kakek. Karena itu, hendaknya orang jangan menuntut hak milik atas sesuatu; sebaiknya orang hanya menerima benda-benda yang telah disediakan oleh Tuhan sebagai jatah untuk memelihara dirinya.
BHAGAVAD GITA ADALAH HAKEKAT DARI PENGETAHUAN VEDA YANG HARUS DITERIMA SEPENUHNYA DARI SUMBER YANG DIBENARKAN DALAM GARIS PERGURUAN, TANPA PENAFSIRAN DAN CAMPUR TANGAN DALAM HAL APAPUN SESUAI SELERA KITA...........
Pengetahuan Veda lengkap, sebab pengetahuanVeda mengatasi segala keragu-raguan dan kesalahan, dan Bhagavad Gita adalah hakekat segala pengetahuan Veda. Pengetahuan Veda bukan soal riset. Riset kita kurang sempurna karena kita melakukan riset dengan indria-indria yang kurang sempurna. Kita harus menerima pengetahuan sempurna yang menurun melalui garis perguruan parampara sebagaimana dinyatakan dalam Bhagavad Gita. Kita harus menerima pengetahuan dari sumber yang dibenarkan dalam garis perguruan, mulai dari guru kerohanian yang paling utama yaitu Tuhan Sendiri, kemudian diturunkan melalui garis perguruan rohani. Arjuna, seorang murid yang menerima pelajaran dari Sri Krishna, mengakui segala sesuatu yang disabdakan oleh Krishna tanpa membantah. Orang tidak boleh hanya mengakui sebagian dari Bhagavad Gita tetapi tidak mengakui bagian yang lain. Itu tidak diperbolehkan. Kita harus mengakui Bhagavad Gita tanpa penafsiran, tanpa menghilangkan sesuatu dan tanpa campur tangan dalam hal apa pun sesuai dengan selera kita. Bhagavad Gita harus diakui sebagai penyampaian pengetahuan Veda yang paling sempurna. Pengetahuan Veda diterima dari sumber-sumber rohani, dan sabda pertama adalah sabda dari Tuhan Sendiri. Sabda Tuhan disebut apauruseya, yang berarti bahwa sabda itu lain dari kata-kata orang biasa yang mempunyai empat kekurangan di dunia ini. Orang duniawi 1) Pasti berbuat kesalahan, 2) selalu berkhayal, 3) cenderung menipu orang lain dan 4) dibatasi oleh indria-indria yang kurang sempurna. Orang yang mempunyai empat kelemahan tersebut tidak dapat menyampaikan keterangan yang sempurna tentang pengetahuan yang berada di mana-mana. (AC. Bhaktivedanta Srila Prabhupada)