Pernahkan anda bingung, anda sudah melakukan banyak hal untuk membahagiakan seseorang, tapi kenapa dia tidak bahagia?
Pertama bahagia itu keputusan orang yang bersangkutan. Kedua, kadang ada syarat yang ditetapkan secara pribadi oleh orang yang bersangkutan, "saya merasa bahagia jika bla bla bla bla bla".
Nah, kalau syaratnya beda dengan persepsi kita, maka seolah menjadi tidak ngefek membuat orang itu bahagia.
Itu juga terjadi pada beberapa orang yang sudah menikah. Suami udah
membelikan ini itu. Ngajak jalan-jalan kesana kesini. Sering dibelikan
oleh-oleh. Kenapa istri masih gak bahagia? Ternyata istrinya hanya
ingin didengarkan dan diperhatikan. Murah meriah namun terabaikan.
Apa yang kita pelajari adalah jangan sampai kita mengejar syarat kebahagiaan yang terlalu rumit, dan justru mengabaikan cara-cara sederhana untuk menjadi bahagia atau mengabaikan jalan yang sangat sederhana untuk membahagiakan orang lain.
Hal yang sama juga berlaku untuk sebuah iklan, sebuah promosi, begitu bombastis, begitu sensasional. Semakin tinggi pengharapan orang yang menerima informasi (calon customer). Maka, semakin berat pula, beban (tanggung jawab), untuk memberikan pelayanan yang memuaskan.
Semakin kita membuat ekspektasi / pengharapan orang lain berlebihan terhadap kita. Semakin berat bagi kita, untuk mampu memberikan pelayanan yang terbaik.
Karena rumus kepuasan pada umumnya adalah saat harapan / ekspektasi, dengan yang riil kita berikan, minimalnya sama. Bahkan idealnya, apa yang diberikan, berada di atas apa yang diekspektasikan.
Pembelajaran lainnya? Semua orang ingin terlihat sempurna. Namun lebih baik menampilkan diri kita apa adanya. Karena semakin kita di anggap sempurna, semakin sulit nantinya mereka menerima kita sebagai orang yang juga memiliki banyak kekurangan.
Apa yang kita pelajari adalah jangan sampai kita mengejar syarat kebahagiaan yang terlalu rumit, dan justru mengabaikan cara-cara sederhana untuk menjadi bahagia atau mengabaikan jalan yang sangat sederhana untuk membahagiakan orang lain.
Hal yang sama juga berlaku untuk sebuah iklan, sebuah promosi, begitu bombastis, begitu sensasional. Semakin tinggi pengharapan orang yang menerima informasi (calon customer). Maka, semakin berat pula, beban (tanggung jawab), untuk memberikan pelayanan yang memuaskan.
Semakin kita membuat ekspektasi / pengharapan orang lain berlebihan terhadap kita. Semakin berat bagi kita, untuk mampu memberikan pelayanan yang terbaik.
Karena rumus kepuasan pada umumnya adalah saat harapan / ekspektasi, dengan yang riil kita berikan, minimalnya sama. Bahkan idealnya, apa yang diberikan, berada di atas apa yang diekspektasikan.
Pembelajaran lainnya? Semua orang ingin terlihat sempurna. Namun lebih baik menampilkan diri kita apa adanya. Karena semakin kita di anggap sempurna, semakin sulit nantinya mereka menerima kita sebagai orang yang juga memiliki banyak kekurangan.
