TUHAN ADALAH PRIBADI TERTINGGI.......


Orang yang kurang cerdas/kekurangan pengetahuan menganggap Tuhan, Kebenaran Yang Paling Utama tidak berbentuk pribadi. Tetapi Beliau adalah kepribadian rohani, dan kenyataan ini dibenarkan dalam segala Kitab Veda. Nityo nityanam cetanas cetanam. (Katha Upansad 2.2.13). Kita semua adalah makhluk-makhluk pribadi dan kita memiliki identitas sendiri. Begitu juga Kebenaran Mutlak Yang Paling Utama, pada hakekatnya, adalah kepribadian, dan keinsafan terhadap Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa adalah keinsafan terhadap segala aspek rohani tersebut dalam bentuk Beliau yang lengkap. Keseluruhan yang lengkap bukan tanpa bentuk. Kalau Beliau tanpa bentuk atau kalau Beliau kurang dari sesuatu yang lain, maka Beliau bukan keseluruhan yang lengkap. Keseluruhan yang lengkap harus memiliki segala sesuatu, baik di dalam maupun di luar pengalaman kita. Kalau tidak demikian, maka keseluruhan itu tidak dapat disebut lengkap.
TUHAN SRI KRISHNA MENYABDAKAN KITAB SUCI BHAGAVAD GITA UNTUK MEMBEBASKAN MANUSIA DARI PAHAM HIDUP JASMANI/MATERIALISTIK.......
Apabila kita dicemari oleh hal-hal material, maka dikatakan bahwa kita terikat. Kesadaran palsu diperlihatkan di bawah kesan seolah-olah diri saya adalah hasil dari alam. Ini disebut keakuan palsu. Orang yang selalu sibuk berpikir tentang paham-paham jasmani tidak dapat mengerti kedudukannya. Bhagavad Gita disabdakan oleh Tuhan Sri Krishna untuk membebaskan orang dari paham hidup yang bersifat jasmani, dan Arjuna menempatkan dirinya dalam kedudukan ini untuk menerima keterangan tersebut dari Tuhan Sri Krishna. Orang harus dibebaskan dari paham hidup yang bersifat jasmani. Itulah kegiatan yang harus dilakukan terlebih dahulu oleh seorang rohaniwan. (AC. Bhaktivedanta Srila Prabhupada)

Subscribe to receive free email updates: