Doa Ritual Vs Doa dalam Bhakti


"Doa adalah persembahan rasa. Doa mengajarkan kita untuk melihat lebih dalam kesadaran hati kita." Ini menjadi pokok bahasan postingan yang kemarin.
Menariknya para acharya dari Gaudiya Vaisnava menyebut doa sebagai prarthana yang artinya persembahan perasaan berserah diri kepada Tuhan. Jadi walaupun doa itu tidak dikabulkan, tidak ada sama sekali Ia rasakan sebagai kerugian karena setiap doa buatnya hanyalah sebagai proses penyerahan diri. Walaupun dalam bentuknya doa ini juga bersifat pujian, permohonan bahkan permintaan namun di dalam perasaanya tidak di dominasi dengan hasil melainkan rasa penyerahan diri. Justru permohonan, permintaan ini dijadikan alat untuk semakin menyerahkan diri.

Sedangkan doa dalam ritual Ia memposisikan doa "hanya" meminta, memohon, memuji tetapi tdk ada rasa penyerahan diri. Ini sama saja seperti seorang karma kandhi ( seorang yg menekuni karma kandha) yang melakukan korban suci yang disana merka hanya meminta, memuji dan lain sebagainya untuk mendapatkan hasilnya. Jadi disana masih aspeknya hanya ritual dan belum masuk ranah bhakti.
Kita yang berusaha meningkatkan diri dalam bhakti sering kali juga terjebak dalam aspek halus ritual. Ketika kita sudah mulai berserah diri disanalah aspek bhakti hadir. Oleh karena itu para acharya hanya mendefinisikan bhakti sebagai saranagati (proses penyerahan diri).

Subscribe to receive free email updates: