Penjelasan: Orang yang bebas dari pengaruh material menyerahkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa dan menekuni bhakti kepada Beliau. Selama pengaruh material belum disucikan sepenuhnya, menurut sifatnya mereka bukan penyembah. Tetapi orang yang mempunyai keinginan material dan mendekati TuhanYang Maha Esa tidak begitu tertarik kepada alam lahiriah, oleh karena mereka mendekati tujuan yang benar, dalam waktu yang singkat mereka dibebaskan dari segala nafsu material. Dalam Srimad Bhagavatam dianjurkan bahwa baik seseorang menjadi penyembah murni yang bebas dari segala keinginan material, penuh segala keinginan material, maupun menginginkan pembebasan dari pengaruh material, hendaknya dalam segala hal dia menyerahkan diri kepada Vasudeva Krishna dan menyembah Beliau. Sebagaimana dinyatakan dalam ( Srimad Bhagavatam 2.3.10):
Orang yang kurang cerdas yang sudah kehilangan kecerdasan rohaninya
menyerahkan diri kepada para dewa supaya keinginan duniawinya segera
dipenuhi. Pada umumnya, orang seperti itu tidak mendekati Kepribadian
Tuhan Yang Maha Esa, sebab mereka berada dalam sifat-sifat alam yang
lebih rendah (kebodohan dan nafsu).
Karena itu mereka menyembah berbagai dewa. Mereka dipuaskan dengan mengikuti aturan dan peraturan sembahyang. Para penyembah dewa didorong oleh keinginan-keinginan kecil dan tidak mengetahui bagaimana cara mencapai tujuan tertinggi, tetapi seorang penyembah Tuhan Yang Maha Esa tidak tersesat. Dalam Kitab-kitab Veda terdapat saran-saran untuk sembahyang kepada berbagai dewa untuk aneka tujuan (misalnya, dianjurkan supaya orang sakit menyembah Dewa Matahari). Karena itu, orang yang bukan penyembah Tuhan menganggap bahwa para dewa lebih baik daripada Tuhan Yang Maha Esa untuk tujuan-tujuan tertentu. Tetapi seorang penyembah murni mengetahui bahwa Tuhan Yang Maha Esa Sri Krishna adalah penguasa segala sesuatu. Dalam Caitanya-caritamtta (Adi 5.142) dinyatakan, "ekale isvara krsna, ara saba bhrtya": Satu-satunya penguasa ialah Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, Sri Krishna, dan semua kepri badian lainnya adalah hamba-hamba. Karena itu seorang penyembah yang murni tidak pernah mendekati para dewa untuk memenuhi kebutuhan materialnya. Ia bergantung kepada TuhanYang Maha Esa. Seorang penyembah yang murni puas dengan apapun yang diberikan oleh Beliau.
Karena itu mereka menyembah berbagai dewa. Mereka dipuaskan dengan mengikuti aturan dan peraturan sembahyang. Para penyembah dewa didorong oleh keinginan-keinginan kecil dan tidak mengetahui bagaimana cara mencapai tujuan tertinggi, tetapi seorang penyembah Tuhan Yang Maha Esa tidak tersesat. Dalam Kitab-kitab Veda terdapat saran-saran untuk sembahyang kepada berbagai dewa untuk aneka tujuan (misalnya, dianjurkan supaya orang sakit menyembah Dewa Matahari). Karena itu, orang yang bukan penyembah Tuhan menganggap bahwa para dewa lebih baik daripada Tuhan Yang Maha Esa untuk tujuan-tujuan tertentu. Tetapi seorang penyembah murni mengetahui bahwa Tuhan Yang Maha Esa Sri Krishna adalah penguasa segala sesuatu. Dalam Caitanya-caritamtta (Adi 5.142) dinyatakan, "ekale isvara krsna, ara saba bhrtya": Satu-satunya penguasa ialah Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, Sri Krishna, dan semua kepri badian lainnya adalah hamba-hamba. Karena itu seorang penyembah yang murni tidak pernah mendekati para dewa untuk memenuhi kebutuhan materialnya. Ia bergantung kepada TuhanYang Maha Esa. Seorang penyembah yang murni puas dengan apapun yang diberikan oleh Beliau.