Menjadi Pribadi yang SEDERHANA


Mencintai diri terkadang membentuk kita untuk tidak ingin terlihat buruk di mata orang lain. Kitapun tanpa sadar terlalu kesal, benci terhadap segala hal yang orang lain katakan sebagai bagian dari kekurangan diri kita.

Sesungguhnya biarkan saja mereka terbiasa mencintai kesederhanaan kita. Jangan buat orang lain memiliki kesan diri kita mampu ini dan itu, terpelajar, pandai dan lain sebagainya. Jika kita hidupnya apa adanya, tidak dibuat-buat, tidak juga berusaha agar terlihat lebih unggul entah dalam penampilan, kekayaan, kepandaian, janganlah khawatir diri kita akan terlihat bodoh dan serba kekurangan. Justru dari kesederhanaan kita akan belajar menerima keadaan diri kita, menjadi diri kita sendiri.
Disaat itu mungkin kita akan berdamai dan tidak memiliki beban dalam menjalani hidup. Perilaku yang dibuat-buat agar berkesan terhadap orang lain justru menunjukan pribadi yg gelisah dan takut. Semakin pembicaraan kita melebihi orang lain, itu justru membuktikan dirinya yang ingin didengarkan dan dimuliakan.

Sejauh saya bertemu dengan orang yg mempunyai banyak ilmu, mereka layaknya padi semakin berisi semakin menunduk. Dalam berbicara dan mengajar selalu apa adanya. Tidak berusaha menampilkan hal yg berkesan dan mempesona. Dari situ saya malah mengangumi kesederhanaanya dan malu terhadap diri saya sendiri.

Yang menarik dari diri seseorang adalah kebaikan yang terpancar dalam dirinya. Wajah rupawan, kekayaan, tidak sebanding dengan seseorang yang telah mampu menjadi pribadi yg sederhana, mereka seperti magnet yang menarik jiva-jiva yang tulus dalam kehidupannya.
Orang yang baik mungkin saja terlihat sederhana, wajahnya juga tidak rupawan tetapi karena ia selalu berusaha menjadi lebih baik, ia menarik segala kebaikan dalam dirinya. Insan-insan yang damai adalah insan yang selalu berusaha melihat kedalam dirinya sendiri. Ia melihat setiap orang dengan penuh pengertian dan kedewasaan.

Subscribe to receive free email updates: