Air selalu berusaha menuju lautan, sekalipun batu menghadang, dia akan mencari celah dimana dia bisa terus turun kebawah, mengalir berusaha terus merendah. Tidak tahu bila ternyata dia harus berhenti di ladang-ladang, berhenti di sumur, atau entah dimana, dia hanya berusaha semaksimal mungkin untuk dapat memberi manfaat kepada orang lain.
Hidup kita seringkali penuh dengan impian-impian besar, sebelum impian itu tercapai ternyata kita dibelokan oleh takdir, untuk mencapai hal yg mungkin kita tidak pernah bayangkan sebelumnya.
Seperti inilah harusnya hidup, kita hendaknya berusaha mengalir seperti layaknya air...
Pola hidup mengalir adalah pola dimana seorang luwes untuk tidak terpaku dalam satu jalan atau metode saja dalam meraih tujuanya. Tapi tajam melihat situasi yang dihadapi dan kemudian mengekslorasinya untuk mempermudah dan mempercepat meraih tujuanya...
Pola "mengalir" dalam hidup cenderung dimiliki seseorang yang memiliki kesadaran yang luas. Setiap tindakanya hanyalah penyerahan diri terhadap rencana-rencana Tuhan. Melihat setiap situasi dan kondisinya sebagai kesempatan untuk bertumbuh... mengalir bersama rencana Tuhan untuk dirinya..
Di Srimad Bhagavatam sering kali juga seorang Vaisnava dianalogikan pribadi yang mengalir layaknya air. "Saintly person is just like water because he is free from all contamination, gentle by nature, and by speaking creates a beautiful vibration like that of flowing water. Just by seeing, touching or hearing such a saintly person, the living entity is purified, just as one is cleansed by contact with pure water. Thus a saintly person, just like a holy place, purifies all those who contact him because he always chants the glories of the Lord. [SB.11.7.44]
Pola hidup mengalir adalah pola dimana seorang luwes untuk tidak terpaku dalam satu jalan atau metode saja dalam meraih tujuanya. Tapi tajam melihat situasi yang dihadapi dan kemudian mengekslorasinya untuk mempermudah dan mempercepat meraih tujuanya...
Pola "mengalir" dalam hidup cenderung dimiliki seseorang yang memiliki kesadaran yang luas. Setiap tindakanya hanyalah penyerahan diri terhadap rencana-rencana Tuhan. Melihat setiap situasi dan kondisinya sebagai kesempatan untuk bertumbuh... mengalir bersama rencana Tuhan untuk dirinya..
Di Srimad Bhagavatam sering kali juga seorang Vaisnava dianalogikan pribadi yang mengalir layaknya air. "Saintly person is just like water because he is free from all contamination, gentle by nature, and by speaking creates a beautiful vibration like that of flowing water. Just by seeing, touching or hearing such a saintly person, the living entity is purified, just as one is cleansed by contact with pure water. Thus a saintly person, just like a holy place, purifies all those who contact him because he always chants the glories of the Lord. [SB.11.7.44]
